Archive for September, 2011

Sumbawa, Saya, Cerita…


Sumbawa…Sumbawa…
Samawa Rea namanya juga
Tempat saya, tempat kita
Kota ini punya siapa?

Sumbawa…Sumbawa…
Banyak kuda, itu katanya
Memang ada, batu juga
Banyak pula.

Sumbawa…Sumbawa…
Apa kabar cuaca?
Siang biasa, panas gila
Matahari ada tiga

Sumbawa…Sumbawa…
Orang bilang kota kaya
Macam rupa, banyak gaya
Orang biasa mau apa?

Sumbawa…Sumbawa…
Baik jahat semua ada
lebih jahat orang Bima
Itu katanya….

Sumbawa…Sumbawa…
Kisah cinta ia punya
Duka luka pernah ada
Itu nyata

Sumbawa…Sumbawa…
Pernah gantung cita-cita
Sampai kini masih juga
Setelah ini akan kemana?

Sumbawa…Sumbawa…
Teman baru, kawan lama
Pindah satu, datang dua
Lalu saya bagaimana?

Sumbawa…Sumbawa…
Pasti nanti suatu masa
Kita akan berpisah pula
Entah apa saya rasa

Jadi, kapan ya? 😀

Advertisements

Paginya Pramuka


Tersebutlahlah sebuah pagi, dimana amaq menjual nasi yang sayurnya selalu sedikit tapi tetap laku.
Selalu begitu.
Berhembuslah angin melewati kisi-kisi jaring net volly, diselingi suara teriakan dan dentuman bola, kasihan sekali bola itu, setiap pagi hari jumat selalu begitu.
Tentang apa kemarin pagi? tentang ancaman perontokan gigi, tentang peringatan hati-hati.
Hari ini tentang apa? ada hati ksatria, ada hati yang terbuka, meminta dan memaafkan sesama, hilang jumawa. SALAM PRAMUKA!

#halah

Tenang, kawan…


Ketika isu haya tinggal isu…

Tenang, kawan!  walaupun ini kejadian yang tertunda. 🙂

Tahukah engkau apa itu ketenangan, kawan?
ketenangan adalah yang sedang kurasakan
tahukah kamu apa yang sedang kurasakan, teman?
yang sedang aku rasakan adalah ketenangan
maukah engkau tahu kenapa agar kuberitahu?
sesungguhnya kalaupun engkau tak mau tahu, akan tetap kuberitahu
tenang, kawan
itulah yang kurasakan, teman

*ngupil*

%d bloggers like this: