Archive for the ‘ dompu ’ Category

Ketika Ucapan Idul Fitri Membosankan


Karena udah bosan lihat ucapan Idul Fitri yang lebih gede foto, nama, titel, gelar dan jabatan daripada ucapannya sendiri saya dan dua teman iseng bikin spanduk kayak gini :

spanduk-ied

Spanduk ini terpasang di dua titik, pertama di samping gerbang masuk RSUD Dompu dan yang satunya akan dipasang di jalan utama menuju tempat sholat Ied di lapangan Kantor Bupati dompu, mudah-mudahan pejabat tim sukses serta Pol PP gak terlalu alergi sama yang beginian. 😀

pasang-spanduk

Anda juga bosan? Ayo bikin seru!

Tulisan asli mengenai ini ada di sini

—-

UPDATE!
Spanduk yang di kantor bupati cuma bertahan 12 jam setelah diapasang.
kira-kira siapa yang buka ya? 😀

Dompu, IDUL QURBAN dan lomba-lomba kecilnya…


  • Lomba Adzan biasanya untuk umuran esde saja (saya pernah ikut, tapi kalah babak penyisihan, pas esde tentunya… )
  • Lomba takbir keliling, tiap kelurahan punya wakil tapi entah kenapa yang menang Kelurahan Bali I mulu, itupun juara 1 ampe harapan 1 (gampangnya sih juara empat) Bali I smua, maruk banget nih klurahan, yang ngikut aja bisa sampai lima tim, atau jangan-jangan yang ikut kluraha dia doang yak???
  • yang ini nih paling seru…, LOMBA BANYAK-BANYAKAN HEWAN QURBAN!!!, klo ini lomba khusus orang kaya, orang cari muka, penjilat-penjilat, (maaf) pejabat, (maaf lagi) poliTIKUS… kan lumayan tuh pas sholat ied namanya dibacain (formatnya “saudara blahblahblah sekian ekor kambing/sapi”), tapi adanya positifnya juga, hewan Qurbannya jadi banyak banget, kan lumayan jatah yang berhak juga nambah….

🙂

NB: TULISAN INI BUAT ISENG DOANG, KLO ADA YANG TERSINGGUNG YA KALEMBO RUNCAPU ADEMU MAAFIN YA…..
🙂

Nggahi Rawi Pahu..Nasibmu nak…


“NGGAHI RAWI PAHU”

*KET :
Nggahi = Omongan, perkataan
Rawi = Kerja
Pahu = Rupa, bentuk

Kalimat tersebut adalah semboyan orang Dompu, layaknya kalimat Mataram Kota Ibadah yang dipakek orang Mataram, Ngaha aina ngoho-nya orang Bima, atau mungkin (mungkin loh ya..) Jembut Berpita-nya Jember Utara(?).. 🙂

Sejak pertama bisa membaca saya sudah kenal pada kalimat ini, kata orang-orang tua sih artinya “setiap hal yang kita ucapkan harus kita laksanakan/kerjakan sampai memiliki hasil yang nyata”, ada juga yang bilang “apa yang kita katakan harus kita laksanakan agar mendapatkan hasil sesuai keinginan”, malah ada yang mengartikan secara kasar “klo udah ngomong, laksanakan dong biar ada hasilnya!!”, dan jujur saja sebenarnya saya sendiri bingung kalimat ini artinya apa, saya cuma bisa menangkap klo kalimat ini mengajarkan TANGGUNG JAWAB, maklum saya ini bukan seniman seperti sodara blek.. 🙂
Dari jaman EsDe kami (orang dompu red.) diajarkan tentang Nggahi Rawi Pahu, diajarkan pula untuk bersikap Nggahi Rawi Pahu…
tapi… itu dulu, keknya sekarang sudah gak diajarkan lagi di sekolah2, malah pelajaran muatan lokalnya lebih berat ke belajar berbahasa daerah yang baik dan benar, Nggahi Rawi Pahu kini cuma semboyan, dipampang di tembok-tembok perkantoran, atap-atap sekolahan, sampai bus-bus penumpang AKAP dan AKDP pun ikut jadi sarana corat-coret kalimat ini…
Dan sepertinya semboyan ini sudah tidak berlaku lagi, orang Dompu sekarang (dari rakyat jelata sampai pemipin, mudah-mudahan tidak termasuk saya) sudah punya semboyan hidup baru yaitu NGGAHI NGGAHI NGGAHI, bagaimana negeri ini khususnya Dompu bisa maju kalau semboyannya aja udah gak bener… semboyan baru ini muncul mungkin karena sudah kebanyakan pemikir dibanding yang bekerja, jadi yang ada cuma nggahi dan rawi di ru’u pahu itu cuma impian…

Saya cuma berharap semua orang di negeri ini khususnya Dompu bisa kembali berpedoman pada NGGAHI RAWI PAHU, karena sekarang yang diperlukan bukan cuma pemikiran, tapi harus dibarengi AKSI…
amieeen….

NB : HIDUP DOMPU!!, HIDUP NGGAHI RAWI PAHU!!!

%d bloggers like this: